Senin, 20 November 2017

Korut Mungkin Punya Rudal Antarbenua yang Mampu Jangkau AS Tahun Ini

Korut Mungkin Punya Rudal Antarbenua yang Mampu Jangkau AS Tahun Ini


POLITIK77 - Intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan ada peluang Korea Utara (Korut) juga akan mempunyai rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dapat mencapai daratan paling utama Amerika Serikat (AS) th. ini. Korsel selalu memonitor perubahan itu dengan saksama. 

Seperti ditulis Politik77, Senin (20/11/2017), Tubuh Intelijen Nasional Korsel (NIS) memprediksi Korut juga akan lakukan eksperimen rudal penambahan pada th. ini untuk makin menyempurnakan tehnologi rudalnya, juga makin tingkatkan ancaman pada AS. 

Dituturkan seseorang anggota Komisi Intelijen Parlemen Korsel, Yi Wang-Young, Korut disangka kuat sudah lakukan eksperimen mesin rudal beberapa waktu terakhir. Yi serta beberapa anggota Komisi Intelijen Parlemen Korsel sudah memperoleh keterangan spesial dari NIS. 


Yi juga mengatakan ada gerakan cepat dari kendaraan-kendaraan di dekat sarana rudal punya rezim komunis itu. Tetapi dia menyatakan, tak ada tandanya kalau eksperimen nuklir juga akan di gelar Korut kurun waktu dekat. 

Walau terowongan ke-3 di kompleks eksperimen rudal Punggye-ri diprediksikan siap untuk mengadakan peluncuran rudal 'kapan saja'. Sedang kesibukan konstruksi pada terowongan ke-4 dilaporkan selalu berjalan, hingga mustahil jadi tempat eksperimen kurun waktu dekat. 

" Tubuh (intelijen) selalu memonitor dengan saksama tiap-tiap perubahan karna ada peluang Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik th. ini dengan dalih peluncuran satelit serta perubahan luar angkasa yang damai, tetapi kenyataannya untuk tingkatkan ancaman pada Amerika Serikat, " papar anggota parlemen Korsel pada wartawan, selesai memperoleh keterangan dari NIS dalam komunitas tertutup. 

Korut selalu menguber ambisi rudal serta senjata nuklirnya walau ada beberapa sangsi dari Dewan Keamanan PBB. Korut juga dengan terang-terangan mengungkap gagasannya meningkatkan rudal yang dapat mencapai daratan paling utama AS. Sekian waktu paling akhir, Korut menembakkan dua rudal balistik yang melalui lokasi Jepang. 

Dalam pernyataannya, Korut mengatakan program senjata nuklir dibutuhkan jadi pertahanan diri melawan 'rencana invasi' AS. Otoritas AS yang meletakkan 28. 500 tentara di Korsel, menyangkal punya niat menginvasi Korut.

0 komentar:

Posting Komentar