Selasa, 28 November 2017

Korut Luncurkan Rudal Antarbenua, DK PBB Gelar Sidang Darurat

Korut Luncurkan Rudal Antarbenua, DK PBB Gelar Sidang Darurat


Politik77 - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) juga akan mengadakan sidang darurat untuk mengulas peluncuran rudal paling baru Korea Utara (Korut). Sidang darurat ini di gelar di dalam seruan dari Amerika Serikat (AS) supaya PBB menjatuhkan semakin banyak sangsi untuk Korut. 

Seperti ditulis Politik77, Rabu (29/11/2017), AS dengan Jepang serta Korea Selatan (Korsel) secara cepat memohon digelarnya sidang spesial untuk mengulas peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut yang terbaru. Terutama, pemerintah Jepang mengatakan rudal itu jatuh di perairannya, mungkin saja didalam Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE). 


Anggota DK PBB dijadwalkan juga akan menghadiri sidang itu pada Rabu (29/11) sore saat setempat. Mereka terlebih dulu sudah menjadwalkan diskusi untuk mengulas perkembangan aplikasi rentetan sangsi yang membidik memutus aliran dana untuk program militer Korut. 

Bicara di Washington DC, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyerukan 'langkah tambahan' untuk memperketat sangsi untuk Korut, termasuk juga mengizinkan negara-negara beda untuk mencegat kapal-kapal yang membawa muatan dari serta ke lokasi Korut. 

Mulai sejak November 2016, DK PBB menjatuhkan larangan export batu bara, besi, timbal, tekstil serta makanan laut. DK PBB juga memasukkan beberapa perusahaan serta individu asal Korut kedalam daftar hitam system finansial global. 

Bukan sekedar itu, negara-negara dilarang mempekerjakan tenaga kerja asal Korut. Lalu kesibukan perdagangan minyak dari China juga dihentikan. 

" Masih tetap ada ruangan untuk beberapa langkah baru. Kita juga akan saksikan, " ucap Duta Besar Italia untuk PBB, Sebastiano Cardi, pada wartawan. 

Dibawah resolusi PBB, Korut dilarang meningkatkan rudal serta senjata nuklir. Tetapi rezim komunis itu berargumen kalau persenjataan mereka diperlukan untuk pertahanan diri melawan AS yang keji. 

Peluncuran rudal ICBM type baru, Hwasong-15, pada Rabu (29/11) saat setempat adalah yang pertama dalam dua bln. paling akhir. Peluncuran rudal ini akhiri keinginan digelarnya perundingan diplomatik dengan Korut.

0 komentar:

Posting Komentar